Media Kreatifitas Pomparan Tuan Di Bangarna        Disponsori oleh: Matrix Ventura

                               

Horas, klik "Like" jika anda pomparan Ompunta Tuan Di Bangarna, Damai Sejahtera bagi kita semua.

Poda; Sesama Pomparan Tuandibangarna DILARANG KERAS marsiambilan " WASPADALAH"

Media ini diasuh oleh: Pdt Solomon Silitonga S.Th

APPLICATIONS

Dalihan Natolu

Install font Aksara Batak

untuk semua O.S

King James Bible

PDF Version 2,55 MB

Tulisan Terbalik

Kado Nuansa Batak

 

Beberapa contoh panggilan yang lazim digunakan oleh Suku Batak :

* Abang
Panggilan sesama pria (antara pria dan pria), yang adalah hubungannya adalah :
1. Kakak kandung
2. Yang bermarga sama, dengan Nomor Generasi setingkat, tetapi Nomor Urut Silsilah Marga lebih tinggi.
Contoh: Keturunan Gultom Hutapea, memanggil Abang kepada Keturunan Gultom Hutatoruan, yang memiliki Nomor Generasi sama (sama-sama bermarga Gultom, namun Gultom Hutapea lebih muda daripada Gultom Hutatoruan).

* Akkang, Kakak
Panggilan sesama wanita (antara wanita dan wanita), yang adalah
1. Kakak Kandung
2. Kakak lelaki dari suami
3. Wanita semarga dengan No. Generasi sama, tetapi urutan lebih tinggi (lebih tua).

* Anggi, Adik
Panggilan sesama wanita (seorang wanita memanggil seorang wanita lain) atau sesama pria (seorang pria memanggil seorang yang lain pria), yang adalah
1. Adik Kandung
2. Adik Laki-laki dari Suami
3. Adik Perempuan dari Istri
4. Semarga, dan No. Generasi sama, tetapi urutan lebih rendah (lebih muda).

* Ito
Panggilan dari pria kepada wanita atau sebaliknya (yang beda jenis kelamin), dengan aturan:
1. Saudara pria/wanita dalam satu keluarga (saudara kandung, beda jenis kelamin)
2. Pria/wanita semarga dengan No. generasi sama
3. Wanita dengan no. generasi lebih tinggi memanggil Ito kepada pria semarga dengan No. generasi lebih rendah
4. Anak laki-laki/perempuan dari saudara perempuan ibu
5. Pria/Wanita sesama suku Batak yang tidak semarga

* Lae
Panggilan sesama pria, kepada :
1. Saudara laki-laki dari pihak istri / saudara ipar laki-laki
2. Suami dari saudara perempuan
3. Anak laki-laki dari Tulang
4. Anak laki-laki dari Namboru
5. Laki-laki sesama suku Batak yang tidak semarga
Biasanya buat para laki-laki yang baru kenal, baru ketemu ketemu dan tidak tahu harus memanggil apa, umumnya saling memanggil / menyebutl dengan Lae terlebih dahulu.

* Eda
Panggilan sesama wanita, kepada:
1. Saudara Perempuan dari pihak Suami / Saudara Ipar Perempuan
2. Istri dari Saudara Laki-laki
3. Anak Perempuan dari Tulang
4. Anak Perempuan dari Namboru
5. Wanita sesama suku Batak yang tidak semarga
Sama dengan Lae, tapi yang ini untuk sesama cewek. Panggilan Eda ini bisa dipakai para wanita yang belum mengetahui harus manggil apa sesuai adat Batak.

* Amang Tua, Bapak Tua, Pak Tua :
Panggilan untuk pria, yang adalah:
1. Kakak Kandung Ayah
2. Semarga, dan memiliki No. Generasi setingkat dengan Ayah (satu tingkat diatas kita), yang nomor urutnya lebih tinggi (lebih tua dari Ayah).
Contoh: Toga Gultom memiliki 4 orang anak yaitu Hutatoruan, Hutapea, Hutabagot, dan Hutabalian (Urutan dari yang paling tua sampai yang paling muda). Anak-anak dari Hutapea memanggil Amang tua kepada Hutatoruan, demikian pula anak dari Hutabagot dan Hutabalian. Demikian pula anak dari Hutabagot memanggil Amangtua kepada Hutapea. Demikian seterusnya.
3. Suami dari Kakak Perempuan Ibu, baik langsung maupun tidak langsung, yang semarga dengan ibu (maksudnya kakak perempuannya yang semarga dengan ibu. Kepada Suaminya itu dipanggil Bapak Tua).

* Inang Tua, Mama Tua, Mak Tua :
Panggilan untuk wanita, yang adalah:
1. Istri dari Amang Tua
2. Kakak Perempuan Ibu baik langsung maupun tidak langsung yang semarga dengan Ibu (Kakak Perempuannya yang semarga).

* Amanguda, Bapauda, Uda (Panggilan untuk Pria)
Kebalikan dari Amang Tua. Kalo Amang Tua adalah Kakak, maka Amanguda adalah Adik (panggilan untuk Saudara Laki-laki Bapak yang lebih muda dari Bapak).

* Inanguda (Panggilan untuk Wanita)
Kebalikan dari Inang Tua. Kalau Inang Tua adalah Kakak, maka Inanguda adalah Adik Perempuan ibu yang semarga dengan ibu. Dalam hal ini tidak harus untuk Adik Kandung saja. Adik Sepupu Ibu juga boleh dipanggil Inanguda asalkan masih semarga. Sebutan Inaguda juga lazim digunakan sebagai panggilan kepada istrinya Uda.

* Inangbaju
Sebutan untuk Saudara perempuan ibu yang belum menikah. Pada saat ini, sebutan ini umumnya sering diganti menjadi Tante, mengikuti perkembangan zaman, berasal dari Bahasa Belanda yang diserap ke dalam Bahasa Nasional Indonesia dan banyak diadopsi oleh beragam Suku di Indonesia termasuk Batak.

* Namboru
Panggilan untuk Wanita, yang:
1. Saudara Perempuan dari Ayah, baik langsung maupun tidak langsung yang semarga dengan Ayah. Bisa digunakan untuk yang lebih muda, dan bisa pula untuk digunakan kepada yang lebih tua
2. Semarga, dengan Nomor Generasi lebih tinggi (berarti setingkat Ayah). catatan : Namboru adalah panggilan khusus utk wanita.
Untuk wanita, kalau Nomor Generasi lebih tinggi 2 tingkat atau lebih, tetap dipanggil Namboru.

* Amang Boru
Panggilan untuk Pria, yang adalah Suami dari Namboru.

* Tulang
Panggilan untuk Pria, yang adalah:
1. Saudara Laki-laki dari Ibu
2. Pria yang semarga dengan Ibu, dan memiliki Nomor Generasi setingkat dengan Ibu.

* Nantulang
Panggilan untuk Wanita, yang adalah Istri dari Tulang

* Opung Doli
Panggilan untuk Pria, yang:
1. Ayah dari Ayah/Ibu (Kakek Laki-laki Kandung dari Ayah atau dari Ibu)
2. Paman dari Ayah/ibu (ini berarti Saudaranya Kakek Laki2 Ayah atau Ibu)
3. Semarga dengan Nomor Generasi 2 tingkat lebih tinggi (satu marga dengan kita, tapi setingkat Opung)
4. Semarga dengan Ibu dengan Nomor Generasi 1 tingkat lebih tinggi dari Ibu (satu marga Ibu, tapi setingkat Opung)
Cth : Bila Ucok bermarga X, dan Ibu si Ucok dari boru Y. Yang akan dipanggil Opung Doli oleh si Ucok adalah Kakek Laki-laki si Ucok dari Ayahnya (berarti sama-sama bermarga X), dan Kakek laki-laki dari Ibu si Ucok yang bermarga Y.

* Opung Boru
Panggilan untuk Wanita, yang adalah Istri dari Opung Doli (maksudnya adalah Nenek, bisa dari pihak Ayah atau pun dari pihak Ibu).

* Pahompu
Panggilan atau Sebutan untuk Cucu.

* Anak
Sebutan untuk Anak.

* Parumaen
Sebutan untuk Menantu Perempuan.

* Simatua, Mertua
Sebutan untuk mertua.

 

Mungkin semua belum lengkap, jika ada yang salah mohon maaf, kalau ada yang mau ditambah email: silitongatimbul@yahoo.com.au


Tuan Di Bangarna July 2011